Kamis, 18 Juli 2019

Pengertian dan Contoh Majas Alegori

Contoh majas alegori sering kali tidak diketahui perbedaannya denga jenis majas lain. Ya, karena tidak banyak yang tertarik mendalami pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Sementara materinya cukup luas.

Anda termasuk yang tertarik dengan materi ini? Yuk kenali pengertian dan contoh majas alegori ini secara lebih dan singkat.

Contoh Majas Alegori

Pengertian Majas Alegori

Majas atau bahasa tidak dalam arti sebenarnya ada beberapa jenis. Jenis tersebut, yaitu majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan, dan majas pertentangan.

Nah, majas alegori termasuk pada majas perbandingan. Dimana majas atau gaya bahasa lain yang termasuk di dalamnya, adalah majas eufinisme dan majas personifikasi.

Majas alegori membandingkan sifat sesuatu dengan benda lain dan lambang tertentu. Saat digunakan dalam kalimat biasanya tidak ada arti sebenarnya pada gaya bahasa yang digunakan secara langsung. Namun, bisa saja artinya terdapat dalam kalimat itu sendiri atau pada kalimat lain.

Contoh majas alegori lain terkadang mengurutkan suatu kejadian dengan kejadian lain sehingga mudah dipahami.

Beberapa Contoh Majas Alegori dan Artinya

Majas alegori biasanya sering digunakan pada penulisan cerpen, syair, puisi, dan novel. Jenis tulisan yang bergenre fiksi. Untuk tulisan dalam bentuk artikel, berita, essay, dan lain-lain yang termasuk non fiksi jarang sekali gaya bahasa dimasukkan.

Majas alegori juga dapat ditemui dalam bahasa Al-Qur'an dan hadist yang menjadi kitab dan pedoman umat Islam.

Agar lebih memahami, yuk lihat beberapa contoh majas alegori dalam kalimat dan artinya di bawah ini.

1. Mencari ayah Santi yang menghilang puluhan tahun lalu seperti mencari jarum dalam jerami.
Kalimat di atas menunjukkan bahwa mencari jarum dalam jemari itu sulit. Jarum sangat kecil, sedangkan jerami biasanya ditumpuk dalam jumlah banyak. Harus diuraikan satu persatu agar jarum terlihat. Begitu pula dengan mencari ayah Santi.

2. Jangan berbicara sembarangan karena lidah itu bagaikan pedang!
Anda tahu pedang yang sangat tajam bukan? Sedikit saja menggores kulit maka akan langsung melukai. Lidah sebagai alat untuk berkat-kata jika digunakan secara salah dan mengatakan apa saja tanpa dipikirkan dapat menyakiti orang lain.

3. Menuntut ilmu sejak kecil seperti mengukir di atas batu.
Anda pernah melihat atau membuat ukiran? Caranya sangat sulit tetapi jika sudah jadi sulit dihapus. Hampir sama dibandingkan dengan orang yang menuntut ilmu sejak kecil. Sulut sekali memahami dan menghafal sesuatu. Namun, sekali saja paham maka Anda tidak akan mudah melupakan atau menghapus. Kebalikan dari belajar saat usia dewasa.

4. Generasi mudah tidak boleh mempunyai mental tempe aga Bangsa Indonesia terus maju.
Tempe merupakan makanan bergizi tetapi mudah sekali dipotong dan dipatahkan. Dengan porsi dan ukuran sama, daging sulit sekali dicerna. Mental tempe menunjukkan seseorang yang pandai dan cerdas tetapi sangat mudah patah dan putus asa.

5. Setelah perhelatan Asian Games yang diselenggarakan, seluruh panita merasa lega seperti bisul pecah.

Anda yang tidak pernah sakit bisul mungkin tidak mengetahui rasanya. Bisul merupakan penyakit kecil dalam bentuk benjolan tetapi nyeri. Orang biasanya menunggu-nunggu kapan saatnya pecah sehingga tidak sakit lagi dan lega.

6. Kasih sayang ibu selalu ada seperti matahari yang tidak pernah terlambat menyinari dunia.
Kalimat di atas mungkin sering diucapkan dan ditulis dengan redaksi berbeda. Kalimat yang menunjukkan bagaimana kasih sayang seorang ibu selalu ada di mana saja anaknya berada dan sampai kapan pun tidak hilang. Dibandingkan sama dengan matahari yang belum pernah hilang cahanya untuk menerangi dan menghangatkan.

7. Rasulullah dalam suatu hadistnya pernah mengatakan bahwa saudara muslim dengan lainnya seperti satu tubuh.

Hadist yang menunjukkan bagaimana seharusnya bersikap sesama muslim bersaudara. Seperti tubuh, jika salah satu bagiannya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan sakit.

8. Perumpamaan orang yang bersedekah dalam Alquran seperti menanam biji pada sebuah lahan.
Ada apa dengan menanam biji? Dari setiap biji akan tumbuh beberapa helai dahan sampai lahirnya menghasilkan banyak bahkan sampai ratusan buah. Sedekah juga menghasilkan pahala dan kebaikan seperti biji. Satu yang diberikan, manfaatnya sangat berlipat ganda.

Demikian artikel kali ini yang membahas tentang pengertian dan 8 contoh majas alegori beserta artinya. selengkapnya bisa di cek di Lintar Media, Semoga bermanfaat bagi semua!

Artikel Terkait